Tampil Gaya di Rumah Dengan Daster

Suka memakai daster, Maks? Pasti banyak yang ngacung, hihi..It’s okay..Daster memang terkenal sebagai pakaian kebesaran para Emak di rumah. Saking akrabnya Emak dengan daster, nggak bakalan tergantikan dengan seragam rumahan lainnya. Boleh dibilang, daster adalah teman Emak yang paling setia. Entah mengapa para Emaks di Indonesia adalah Daster Lovers mania. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, selalu setia menggunakan daster sebagai seragam kerja di rumah. . Tak jarang, daster tersebut mengalami perubahan bentuk dan warna. Dari yang berwarna cerah dan baru, hingga warnanya memudar dan belel. Walau demikian, Emak tetap nyaman memakainya. Tak peduli walau daster udah keliatan kumel dan nggak layak pakai. Ini juga yang menimbulkan kesan, bahwa Emak yang menggunakan daster terkesan asal-asalan. Tanpa dandan dan jauh dari wangi. Mm, sepertinya hal ini harus diubah.

Emak harus tetap cantik walau dalam balutan daster. Untunglah, sekarang daster sudah mempunyai banyak pilihannya. Baik dari segi bahan, model hingga warna dan coraknya. Salah satunya adalah daster Baju Rumah Asiyah. Dengan menggunakan material katun lokal, membuat daster terasa nyaman dipakai. Tersedia dengan berbagai pilihan warna dan motif yang beragam. Dijamin, akan membuat penampilan Emak lebih segar. Apalagi buat Emak yang suka dengan warna-warna cerah.

Oh ya, daster Baju Rumah Asiyah tersedia dengan beberapa pilihan ukuran. Jadi Emak bisa pilih sesuai size masing-masing..Ini pilihan ukurannya.

S : LD 95cm PB 112cm

M : LD 100cm PB 112cm

L : LD 110cm PB 112cm

XL : LD 120cm PB 112cm

Kalo ngeliat bahannya yang nyaman, plus coraknya yang menawan, Emak pasti penasaran dengan harganya, kan? Tenang, daster ini sangat terjangkau, kok..Hanya Rp. 69.000 per pcs-nya. Makanya banyak Emak yang langsung beli beberapa pcs. Sekarang Emak tetap bisa gaya walau dalam balutan daster. Tertarik mencoba? Silakan hubungin kontak di bawah ini ya, Maks..

FP Baju Rumah Asiyah

IG @bajurumah_asiyah

Web http://www.bajurumahasiyah.com

WA 08999814074

BBM 5D99A6ED

Posted in Review Produk | Leave a comment

Randang Kemasan Restu Mande, Cara Praktis Makan Randang

Bicara soal rendang, semua orang pasti mengenal rendang. Bahkan tak sedikit diantaranya menjadi penyuka rendang. Termasuk saya, yang berdarah asli Sumatera. Walaupun lahir di Bogor dan menetap lama di Jakarta. Namun untuk selera makan masih Sumatera banget. Saya menyukai hampir semua masakan Padang, tidak hanya rendang saja. Melainkan gulai cincang, gulai tunjang, sambal lado dan yang lainnya. Banyak ya? hehe..

Tetapi, untuk memasak randang Padang yang enak, tingkat kesulitannya cukup tinggi bagi chef amatir seperti saya hehe.. Banyaknya ragam bumbu yang dipakai, mulai dari bumbu basah hingga rempah-rempah keringnya, membuat saya nyerah duluan. Mau beli ke restoran Padang, iya kalo lokasinya dekat. Udah gitu, waktunya sering kali terbatas buat Emak rempong seperti saya. Sepertinya waktu saya habis untuk urusan domestik di rumah hingga antar-jemput sekolah anak-anak. Belum lagi jika deadline nulis mulai memanggil-manggil. Saya nggak akan menghabiskan waktu bermacet ria demi membeli randang Padang di restoran favorite.

Lalu bagaimana jika keinginan untuk menyantap randang Padang ini udah tak tertahankan? Nah, saya udah sering mendengar tentang randang kemasan Restu Mande. Sebuah brand yang memproduksi randang kemasan. Namun, baru sekarang berkesempatan untuk mencicipinya. Salah satu produksi Restu Mande ini adalah randang Padang kemasan yang siap makan. Brand yang dibangun dan dibesarkan oleh Bapak Amril beserta istrinya, Ibu Nenden Rospiani ini memiliki beberapa kelebihan,  yang membuatnya layak dijadikan pilihan, yaitu:

1. Kemasan

Randang Restu Mande dikemas dalam plastick bag dengan menggunakan vacuum sealer, kemudian dilapisi dengan alumunium foil, baru kemudian menggunakan kotak kemasan dengan warna menarik.

 

PhotoGrid_1465394340268

 

 

2. Rasa Original

Walaupun tempat produksi Restu Mande di Bandung, namun resep dan citarasa masakan mereka, Padang banget. Tentu saja, karena pendirinya, Bapak Amril merupakan orang Padang asli.

3. Sertifikasi Halal

Randang kemasan Restu Mande ini telah memiliki label halal MUI dan terdaftar di BPOM

4. Penyajiannya Simple

Cara penyajiannya juga cukup simple alias sederhana banget. Ibu-ibu pasti suka dengan sesuatu yang serba simple dan praktis bukan? Nah, randang kemasan Restu Mande ini solusinya. Apalagi saat bulan Ramadhan seperti sekarang. Pernah sekali waktu, saya bangun sahur agak telat. Sementara lauk makan sisa buka puasa tinggal sedikit.

“Bikin apa, ya? Yang kira-kira waktunya cukup.”

Saya ingat ada randang kemasan Restu Mande di lemari. Saya baca petunjuknya, ternyata tinggal buka alumunium foil-nya, kemudian ambil plastick bag-nya yang berisikan randang. Tinggal hangatkan plastick bag dalam microwave selama tiga menit, atau rendam plactikc bag dalam air mendidih selama 10 menit. Selanjutnya, buka plastiknya dan randang pun siap disajikan dengan sepiring nasi hangat. Rasanya, nendang banget. TOP pokoknya 😀

Karena kepraktisannya inilah, randang kemasan Restu Mande sering menjadi pilihan oleh-oleh bagi teman-teman yang mau ke luar negeri. Bahkan para jemaah haji Indonesia pun tak ketinggalan, menjadikan randang kemasan Restu Mande menjadi salah satu isi kopernya.

5. Produk Beragam

Selain randang yang siap santap, Restu Mande juga menyediakan aneka bumbu masakan Padang lainnya. Aneka bumbu ini seperti bumbu cincang, bumbu ayam bakar dan sambal lado. Saya berkesempatan mencoba bumbu cincang. Menurut petunjuknya, kita bisa menggunakan daging sapi atau daging ayam. Saya memilih daging ayam seberat 800 gram. Berikut tahapan memasaknya:

1. Tumis bumbu halus atau bumbu basah yang terdapat dalam kemasan.

20160619_142734

2. Tuang air sebanyak 500 ml dan masukkan bumbu kering atau rempah daunnya.

20160619_144611

3. Masukkan daging ayam yang telah dipotong kecil dan dibersihkan. Masak hingga air agak mengering.

4. Tambahkan air matang 250 ml dan santan sebanyak 250 ml, kemudian aduk rata agar santan tidak pecah.

20160619_144911

 

5. Masak hingga kuah mengental dan daging ayam matang

Prosesnya cepat dan sederhana banget. Saya nggak perlu ngulek-ngulek bumbu lagi, tinggal tumis dan aduk-aduk. Recomended banget deh, pokoknya.

 

20160619_152341

 

Nah, buat teman-teman yang penasaran dan ingin mencoba randang kemasan Restu Mande bisa menghubungi contact person di bawah ini, ya..Insya allah, mereka bisa kirim seluruh Indonesia.

 

http://www.restumande.com

Ig: @restu_mande

Twitter : @restumande, @BumbuPadang

PF: Bumbu Padang Restu Mande, Rendang Kemasan Vacuum Restu Mande

WA 0811229004

pinBB 2BD87DA1

 

 

Posted in Review Produk | 4 Comments

Merangkai Asa Antara Jakarta-Yogya Bersama Grand New Veloz

Bun exited banget liburan kali ini, secara ini merupakan pertama kali aku berkesempatan untuk touring ke Jawa. Walaupun udah menetap selama 10 tahun lebih di Jakarta hihi..

Dad udah merencanakan rundown liburan yang akan kami jalani. Tujuan pertama adalah Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo. Kemudian pulangnya melewati Temanggung, Magelang, dan Yogya.

Sempat ngeri juga dengan rute perjalanan yang cukup jauh, tapi Dad meyakinkan bahwa Toyota Grand New Veloz sangat tangguh untuk semua kondisi. dari body luarnya aja, Toyota Grand New Veloz ini udah keliatan sporty dan stylish. Desain eksteiornya aja, udah membuat semua mata memandang gimana gitu..Mobil yang sangat cocok untuk keluarga yang stylish.

EXTERIOR-AVANZA-VELOZ_01

Kita berangkat dari Jakarta jam 20.00 wib, di tengah gerimis-gerimis yang bikin suasana mobil menjadi romantis. Apalagi Dad memutar musik MLTR yang menjadi idola Bun sejak dulu. Sound System Grand New Veloz ini sangat lembut mengalun di telinga. Bosan dengan MLTR, Dad memutar lagu Iwan Fals yang ada di USB. Karena Grand New Veloz memiliki New Advanced Audio System, sehingga kita juga bisa menggunakan USB selain CD/DVD, radio AM/FM..Bahkan ada bloetooth dan ipod-nya juga. Keren banget, kan?

INTERIOR-AVANZA-VELOZ_01

Dani, si sulung yang duduk di bangku depan udah terlelap dalam tidurnya. Juga si adek yang duduk di tengah. Dengan menyandarkan kepalanya di pangkuan Bun, Adek kelihatan nyaman banget tidurnya. Apalagi kabin Grand New Veloz sangat lega. Selain itu juga dilengkapi seat belt di tiap kursinya.

SAFETY-AVANZA-VELOZ_01

Toyota Grand New Veloz ini benar-benar merupakan mobil dengan eksterior dan interior stylish dan trendy lifestyle. Bun sendiri akhirnya ketiduran, hingga Dad memasuki Kota Wonosobo. Memang kabinnya yang luas  membuat Bun lupa kalo sedang tidur di mobil hihi..

COMFORT-AVANZA-VELOZ_01

Setelah beberapa hari menghabiskan waktu di Dataran Tinggi Dieng, akhirnya kami pun pulang. Tetapi sebelum menuju Jakarta, kami akan mampir sebentar ke Yogyakarta. Dad pengen memperlihatkan sedikit kenangannya di Yogya. Mungkin karena kurang istirahat selama di Dieng, Dad keliatan agak lemas.

“Bun, gantiin nyetir, ya?” Pinta Dad..

“Oke, deh..” Insya Allah, Bun sanggup.

Dari awal men-starter mobil, rasanya enteng banget. Oh ya, karena kami terbiasa dengan transmisi manual, maka Grand New Veloz ini juga menggunakan transmisi manual. Tapi, jangan kuatir..Pedal koplingnya enteng dan ada sistem eco lamp indikator sebagai alat untuk mengontrol cara mengemudi kita. Apakah termasuk cara mengemudi yang hemat atau tidak?

Bun sangat suka dengan fitur ini. Sebab, Bun bisa mengetahui apakah gas dan persenelingnya udah cocok atau belum. Saking asyiknya, Bun salah ambil jalan menuju Yogya. Akhirnya kami melewati Temanggung, Magelang kota baru kemudian sampai di Yogya.

Begitu sampai di Yogya, kami langsung mencari Asrama Daerah Muba, tempat Dad dulu tinggal. Eh, ternyata sepupu Dad udah nyampe duluan. Ia mengendarai Toyota New Avanza yang juga tak kalah kerennya. Toyota New Avanza merupakan mobil dengan banyak fitur dan merupakan mobil yang cocok untuk Indonesia.

Kami pun akhirnya pulang menuju Jakarta, kali ini tidak melewati tol cipali. Menyisiri Pantai Selatan, bahkan sempat mampir di Pantai Karang Bolong, Cilacap. Kemudian menuju Nagrek, Bandung dan Jakarta. Perjalanan yang cukup jauh. Namun dengan Toyota Grand New Veloz, perjalanan yang jauh tidak berasa. Buktinya anak-anak tidak ada yang rewel. Bahkan mereka sempat berenang, saat kami mampir di Pantai Karang Bolong.

600 x 1200 pxl toyota

600 x 1200 pxl toyota

<a href="http://www.toyota.astra.co.id/ReviewVelozAvanza"><img src="http://www.toyota.astra.co.id/ReviewVelozAvanza/wp-content/uploads/Avanza-Veloz-Blog-Competition.j
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ketika Makanan Terasa Pahit

Sudah beberapa hari ini, Mamaku nggak napsu makan. Ini karena demam panas yang menyerangnya minggu lalu. Lidahnya terasa pahit saat mencicipi makanan yang kami suguhkan. Seandainya kadar gula Mama nggak tinggi, aku berani memberinya makanan yang manis seperti permen atau coklat. Agar indra pengecapnya nggak terlalu pahit saat menyentuh makanan lain. Tapi, apa daya..Terlalu beresiko memberi Mama makanan yang manis-manis.

Suatu hari saat aku belanja bulanan di minimarket, aku mendapat booklet aneka resep makanan dari keju persembahan keju KRAFT.

“Kok dapat ini, mbak?” Tanyaku

“Ya bu, promo bulan ini. Setiap pembelian senilai tertentu dapat booklet resep dari KRAFT secara gratis..”Kasirnya menjelaskan

Aku mengangguk-angguk antara senang dapat gratisan atau mikir mau diapain buku resep ini..:) Maklum buku resep masakan udah menumpuk di lemariku, tetapi hanya sesekali saja digunakan.

Begitu nyampe rumah aku membalik-balik lagi halaman booklet tersebut dan mataku tertuju pada resep skotel makaroni. Aku meneliti bahan-bahan skotel yang tertulis di resep. Alhamdulilah, semua bahan ada di rumah. Kenapa nggak dicoba aja? Kebetulan besok sabtu, jadi nggak masuk kerja..

Pagi-pagi sekali aku udah menyiapkan bahan-bahan untuk membuat skotel. Merebus makaroninya, dan memotong bahan-bahan lainnya. Menyiapkan susu low fat dan memarut keju KRAFT sepiring penuh. Dengan menggunakan loyang tahan panas ukuran 20 cm akhirnya makaroni yang udah bercampur sama susu, sosis, kacang polong dan lain-lain sukses dipanggang. Tak lupa atasnya aku taburi keju KRAFT hingga tampak menggiurkan.

Ketika Mama bangun tidur, aroma keju semerbak memenuhi rumah. Entah mengapa, Mama jadi tergoda untuk mencicipinya. Padahal beliau menolak untuk makan selama beberapa ini. Mama menghabiskan potongan pertama tanpa mengeluh lidahnya terasa pahit. Mungkin rasa gurih dari keju menetralkan indra pengecap Mama. Alhamdulilah, akhirnya ada makanan yang berhasil masuk ke lambung Mama. Sepotong skotel makaroni keju KRAFT.FB_IMG_1435674347336

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Surprised Buat Mama

FB_IMG_1435674347336

Aku dibesarkan di sebuah kota kabupaten di Sumatera Selatan. Sekitar 3 jam perjalanan mobil dari Palembang. Setiap kali memasuki bulan Ramadhan, televisi mulai diramaikan dengan iklan-iklan makanan dan minuman spesial. Restoran-restoran cepat saji tak ketinggalan menawarkan paket-paket hemat untuk berbuka puasa bersama keluarga dan sahabat.

Akhir-akhir ini aku melihat Mama suka sekali dengan iklan pizza dari sebuah restoran ternama. Matanya memandang takjub melihat potongan pizza yang penuh dengan lelehan keju di atasnya.

“Mama pengen, ya?” Usikku di suatu sore

“Biar pengen juga, nggak bisa belinya. Kan jauh, harus ke Palembang dulu..”Kata Mama. Benar juga, ya..

“Kalo gitu, kita ke Palembang aja..” Usulku.

“Udahlah, Mama udah tua, capek kalo mesti jalan jauh-jauh. Cuma buat makan doank..”Mama menolak.

Otakku berfikir keras. Gimana caranya, ya? Biar Mama bisa mencicipi pizza tanpa harus capek-capek ke Palembang. Akhirnya setelah googling sebentar aku menemukan solusinya. Aku menemukan resep pizza  sederhana dengan bahan-bahan yang mudah di dapat di http://www.kejumooo.com.

Keesokan harinya aku langsung menyiapkan bahan-bahan untuk membuat pizza ini. Pertama yang aku buat adalah adonan rotinya. Sambil menunggu adonan rotinya mengembang, aku menyiapkan saos dan taburannya. Saosnya aku buat dengan menggunakan tomat utuh yang direbus dan diblender sampai halus.

Nah, sekarang bagian yang paling adalah toppingnya. Aku memotong-motong bawang bombay, daging asap, sosis dan last but not least adalah keju. Aku menggunakan keju kraft melted yang mudah lumer. Tampilannya tampak mewah dan menggiurkan. Aku membayangkan reaksi Mama begitu melihat pizza impiannya ada di meja makan kami.

Benar saja, ketika tiba waktunya berbuka puasa, Mama kaget.  Nggak menyangka aku dan adik-adikku bisa membuat pizza seperti yang di iklan teve itu. Aku memberikan potongan yang pertama pada Mama begitu azan Magrib tiba.  Mama menggigit pizza impiannya dengan mata berkaca-kaca.  Mengunyahnya dengan pelan, menikmati setiap gigitannya.

Aku paling suka dengan rasa gurih yang dihasilkan oleh keju Kraft ini, berbaur dengan kulit pizza yang garing dan rasa asam manis yang dihasilkan oeh saos tomatnya. Sejak dulu kami menggunakan keju Kraft, tapi baru kali ini memakainya untuk membuat pizza. Dan ternyata rasanya enakk sekali. Dan yang terpenting berkat keju Kraft, aku bisa memberi Mamaku sepotong pizza impiannya..Terima kasih keju KRAFT..:)

20150614_180022

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Kartini, Penulis Perempuan

Kartini kecil sering mendengar dari kakaknya, bahwa ada perbedaan yang jelas antara mereka berdua. Sang kakak boleh belajar di sekolah Belanda dan mendapat kebebasan mengutarakan pendapatnya. Sementara Trinil, panggilan Kartini, hanya belajar seadanya. Karena sebagai seorang perempuan, ia hanya menunggu pinangan dari lelaki yang ingin menyuntingnya.

a4b9e97f391e1c3e5aca766d8eebabef_kartini

Kegelisahan Kartini terhadap perbedaan perlakuan  ini, menimbulkan semangat dalam dirinya. Bagaimana ia bisa membuat wanita-wanita di sekitarnya menjadi lebih cerdas? Tidak hanya menikah dan mengurus anak. Tetapi juga bisa bermanfaat bagi sekitarnya. Pemikirannya tentang ide untuk memcerdaskan kaumnya, ia tulis dalam beberapa surat kepada teman-temannya di luar negeri. Gagasan-gagasannya serta semua kegelisahannya, ia tuangkan dalam bentuk tulisan.

4850f2832145b749190523609f45ad5c_kartini-museum-jepara-172

Yup, tulisan-tulisan yang ia kirim dalam bentuk surat pada teman-temannya. Siapa sangka, tulisan-tulisan itu menjadi rekam jejak pemikiran seorang Kartini. Sepeninggal beliau, salah seorang sahabatnya mengumpulkan surat-surat tersebut. Hingga akhirnya diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

d165febce86b07197cfbccde6c0e22d0_kartini-sastro-romance-toat-29-300x203

Dari buku ini, kita bisa mengetahui pemikiran Kartini terhadap wanita di masanya. Beruntunglah Kartini yang menuliskan semua kegelisahannya pada masa itu. Sehingga kita, generasi sekarang bisa mengetahuinya. Semoga kita bisa menghargai semua kemudahan yang kita dapat sekarang, tanpa melupakan kodrat kita sebagai wanita. Terima kasih Ibu Kartini..

Sumber: http://kartinisologalery.blogdetik.com/index.php/surat-kartini/

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Eat Street Di Food Truck Festival Digitalicious Summarecon Digital center 2015

Selama ini Bun terkagum-kagum kalo ngeliat acara Eat Street di teve. Naluri Bun sebagai mantan pebisnis kuliner (hihi..) sempat berkhayal memiliki truck caravan yang menjual pempek dan makanan khas Palembang lainnya. Mendatangi para pelanggan di kerumunan pertandingan sepakbola di Senayan, mampir ke Monas atau bahkan nongkrong di audisi-nya Indonesia Idol..Lho? Siapa tau para kontestan tersebut kelaparan..Dan kehadiran Bun dengan Food Truck bisa menolong mereka dari kelaparan tanpa harus meninggalkan barisan (antrian). Tau sendiri kan, antrian untuk audisi seperti itu, minta ampun rame-nya..

Nah, beberapa hari terakhir ini, Bun sering banget baca postingan teman blogger tentang festival Food Truck ini. Kebetulan rumah Bun di BSD, so nggak terlalu jauh kalo cuma ke Gading Serpong hehe..

Akhirnya di sore hari yang gerimis, Bun maksain Daddy buat nganter ke sana.

“Nyetir sendiri aja,” kata Dad

“Bun nggak hapal jalan ke sana hihi..Habis, Daddy nggak pernah pergi dan pulang dengan rute yang sama, sih..” Gimana Bun bisa inget

20150405_165503_01 20150405_165439

Setelah mampir dulu buat nganterin orderan Tupperware teman, Bun nyampe juga di SDC. Wah, sepanjang jalan mulai dari Summarecon Mall Serpong, jalanan udah mulai padat. Mungkin karena ini hari terakhir, jadi pengunjung Food Truck Festival ini bakalan membludak.  Daddy agak susah nyari parkiran. Alhamdulilah, dapet parkir setelah muter 2x hihi..

Pertama nyampe lokasi, si adek langsung minta photo di sebuah truck warna merah yang keren banget. Yup, semua truck-nya di desain lucu dan keren abis, jadi Daddy sibuk motoin Adek dan Kakak aja. Sementara Bun langsung nukerin uang tunai dengan voucher buat belanja. Ada promo tambahan voucher 10 ribu jika memakai Flash BCA, sayangnya waktu Bun mau pake, EDC-nya bermasalah.

20150405_165645

Yang pertama Bun incar adalah Burger Hitam yang ada di Truck Black Jack. Sayang setelah ngantri 5 menit, patty-nya habis. Trus si adek minta nonton film 4 dimensi. Setelah film-nya usai, adek nangis ketakutan. Padahal nontonnya bertiga ama kakak dan Daddy. Bun memang nggak suka nonton beginian, bawaannya pusing mulu 😀

20150405_170427_01

Karena voucher-nya habis, Bun berniat nukerin lagi. Karena Daddy minta beep Taco.  Saat inilah hujan turun dengan derasnya..Yaa, terpaksa setelah Taco matang, Bun langsung masuk ke SDC. Untung Bun bawa payung di dalam tas. Jadi nggak kebasahan, deh. Sementara daddy, adek dan kakak udah duluan masuk ke SDC. Adek mau pipis..:D

Taco-nya nggak sempat di photo, suasana SDC yang ramai dan padat membuat Dad dan anak2 langsung menyantap Taco-nya. Sementara Bun berharap hujan berhenti karena masih mau nyobain sate jamur dan bakso tahu. Sayangnya, hujan nggak juga berhenti. Karena kakak baru sembuh dari demam, kami meutuskan pulang setelah menukar kembali voucher yang nggak kepakai dengan uang tunai.

Anak-anak masih penasaran dengan Scientia Park, pengen ngeliat shaun the sheep dan wall climbing-nya. Insya allah nanti kita balik lagi ya, nak..Tenang aja, Bun udah tau jalan pulangnya kok..:D

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Garnier Duo Clean Membuat Mood-ku Tetap Oke..

Mood yang tetap terjaga itu penting bagiku, karena tak jarang setelah menjemput anak-anak pulang sekolah, aku masih harus mendatangi beberapa tempat. Entah itu acara arisan, pengajian, meeting atau menemani suami main futsal bersama teman-temannya. Pastinya aku nggak ingin keliatan kusut bin lecek di depan suami, dunk..Ntar bikin beliau mau di depan teman-temannya. Untunglah ada Garnier Duo Clean yang selalu ada di tasku. Biasanya aku pakai ketika merasa wajahku lengket dan berdebu. Alhamdulilah, kumpul dengan teman-teman suami tetap menyenangkan walau capek menghampiri tubuhku

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Garnier Duo Clean Segarkan Hariku

Aktivitas sehari-hariku dimulai dengan mengantar anak-anak sekolah. Kemudian lanjut ke kantor untuk nyiapin barang pesanan consultan. Dan langsung mengantarkannya. Terkadang untuk mempercepat aktivitas, aku menggunakan motor. so pasti, panas dan debu menjadi teman setiaku. Tapi ini bukan alasan aku tampil nggak fresh, kan? Apalagi sejak mengenal Garnier Duo Clean, yang mempunyai formulasi unik. Fungsinya yang tidak hanya membersihkan, tapi juga menyegarkan sangat cocok dengan kebutuhanku. Sehingga wajahku tetap tampil fresh dan segar walaupun sering terkena panas dan debu berkali-kali. Dan tahu nggak? Rasa nyaman yang dihasilkan oleh wangi Garnier Duo Clean ini, bisa membuat mood tetap stabil, lho..Walaupun ada keadaan yang terkadang membuat aku bete sebelumnya. Yuk! cobain pake Garnier Duo Clean-nya, ya..Biar bisa merasakan kesegaran seperti yang kurasakan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Aku Dan Sekolah Perempuan

Cover_Membentuk Karakter Anak Dari RumahSuatu hari di bulan Agustus 2013, aku melihat posting-an tentang Sekolah Perempuan di komunitas IIDN. Namanya yang unik, membuat diriku penasaran. Mengapa dinamakan Sekolah Perempuan? Apakah ini merupakan salah satu sekolah kepribadian? Akhirnya aku mencari informasi yang lebih detail tentang ini.

Oh, ternyata Sekolah Perempuan merupakan tempat untuk para perempuan, belajar menulis buku. Aku begitu bersemangat saat mendengar kata “menulis”. Sejak kelas 4 SD, aku suka menulis di buku harian hingga akhirnya menulis di notebook. Menulis berbagai artikel dan cerpen, yang tak pernah dipublikasikan.

Aku putuskan bergabung dengan Sekolah Perempuan angkatan 1. Setiap sabtu pagi selama tiga bulan berturut-turut, aku mengikuti pelajaran secara online. Melalui facebook dan terkadang skype. Walaupun notebook-ku sering kewalahan. Tapi aku berusaha maksimal saat menerima materi.

Salah satu tugas dari Sekolah Perempuan adalah membuat beberapa judul dan outline buku. Outline tersebut ternyata langsung disodorkan pada penerbit. Alhamdulilah, outline-ku menjadi salah satu yang terpilih oleh penerbit Elex Media. Aku diberi waktu selama tiga bulan buat menyelesaikan naskah lengkap buku. Gembira, gugup dan bingung bercampur di benakku. Lembar demi lembar aku selesaikan, diselingi rengekan kedua buah hatiku. Notebook yang terkadang tidak bersahabat, kesibukan mengurus rumah dan juga bisnis Tupperware-ku.

Tak terasa deadline untuk menyerahkan naskah telah tiba. Setelah beberapa kali revisi, akhirnya naskah tersebut masuk antrian terbit. Lega dan deg-degan. Sampai akhirnya aku dikagetkan dengan adanya transfer-an uang muka royalty buku. Ternyata bukuku sudah terbit. Buku sendiri bertuliskan namaku. Segala jerih payahku terbayarkan. Sebuah buku yang berisi pengalamanku sebagai seorang ibu ditambah dengan sedikit ilmu parenting yang aku dapatkan dari sebuah workshop, aku persembahkan pada dunia.

Semua ini bisa terwujud karena Sekolah perempuan. Bersama Sekolah Perempuan aku ingin menulis lembar demi lembar kisah kehidupanku. Bersama Sekolah Perempuan, aku ingin membagi sedikit ilmu yang aku miliki. Dan bersama Sekolah Perempuan, aku ingin berkarya.

Posted in Uncategorized | 2 Comments